|
Pernikahan Agung GKR Bendara dengan KPH Yudanegara memang menjadikan pernikahan paling ditunggu masyarakat Yogyakarta, antusias yang tinggi menanti kirab pengantin melintas di Jalan Malioboro menjadikan jalan paling populer di kota Yogyakarta ini dipadati ribuan masyarakat yang ingin menyaksikan dari dekat pasangan pengantin kesultanan Yogyakarta.
Berikut beberapa foto dari beberapa teman fotografer yang berada di jalanan Malioboro untuk mengabadikan kemeriahan masyarakat dalam menanti kirab pengantin.

Masyarakat Yogyakarta yang begitu antusias menanti kirab pengantin di sepanjang jalan Malioboro, bahkan sudah banyak masyarakat yang berkumpul sejak jam 13.00, padahal kirab baru dimulai pukul 17.00.
 
Berbagai artribut Kesultanan Yogyakarta seperti Pasukan Wirobrojo atau yang lebih dikenal dengan sebutan populer Pasukan Lombok Abang dan Pasukan Ketanggung turut memeriahkan kirab pengantin ini.
Para Penari Bedaya Sangaskara : tarian Bedaya Sangaskara ini diciptakan pada masa Sri Sultan HB IX. Bercerita tentang dua sejoli yg saling tertarik, kemudian bersatu, tarian ini hanya diadakan pada saat Pawiwahan Agung, Bedaya Sangaskara juga dikenal dengan sebutan Bedaya Manten. Tarian ini dilakukan oleh 6 Penari, 4 serimpi dan 2 tokoh.
|